Arsip Kategori: Aqidah Syi’ah

Mengapa Syi’ah Sesat..?

Islam adalah agama yang murni tidak boleh dikotori oleh faham-faham sesat yang mengatasnamakan Islam.

Islam merupakan agama yang diakui di Indonesia, sehingga menjaga kemurniaanya adalah kewajiban negara dan rakyat Indonesia. Sedangkan Syi’ah yang disebarkan oleh Jalaludin Rakhmat dan istrinya berisi faham-faham sesat yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni.

Faham ini memiliki banyak kriteria faham sesat yang difatwakan oleh MUI, diantaranya:

1.    Merobah-merobah Rukun Iman dan Rukun Islam. Rukun Iman Syiah 5 (lima) yaitu Tauhid, Adalah, Nubuwah, Imamah, Ma’ad, sedangkan Rukun Islam (buatan Syiah) ada 10 (sepuluh).[1]

2.    Menafsirkan Alquran tidak sesuai dengan kaidah tafsir. Menafsirkan Ahlul Bait hanya Ali, Fatimah, Hasan dan Husein sampai imam 12-nya.[2]

3.    Mengubah, menambah dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah, seperti mengamalkan 3 kalimat syahadat ditambah dengan wa asyhadu anna ‘Aliyyan waliyyullah, shalat wajib hanya 3 waktu dan juga tidak shalat jum’at.[3]

4.    Mengkafirkan yang bukan golongannya. disebut: yang tidak mengenal Imam mati jahiliyah, mati jahiliah berarti mati tidak dalam keadaan Islam.[4]

5.    Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i, seperti akidah mereka bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah tajalliyat (pengejawantahan) Allah sendiri[5]dan juga bahwa para imam merekalah yang memiliki dunia dan akhirat[6] dan Para imam mereka mengetahui yang ghaib.[7]

Sumber: http://www.gensyiah.com/data-penistaan-agama-yang-dilakukan-pentolan-syiah-jalaluddin-rakhmat-dkk.html

Oleh: KH. Muhammad Abdu Shomad, Lc


[1]Emilia Renita Az. 40 Masalah Syiah. Bandung: IJABI. Cet ke 2. 2009. Hal. 122, rupanya mereka salah menulis angka dan menjadikan rukun Islam mereka lebih banyak yaitu 11, mungkin ingin kelihatan banyak .
[2]Jalaluddin Rakhmat. Mengapa Kami memilih Mazhab Ahlulbait a.s. Hal. 2
[3]Fatwa MUI Sampang Madura tentang kesesatan Syiah (2 Januari 2012) yang dibawa Tajul Muluk.
[4]Emilia Renita Az. 40 Masalah Syiah. Bandung: IJABI. Cet ke 2. 2009. hal. 98
[5]Jalaluddin Rakhmat. Meraih Cinta Ilahi (Belajar Menjadi Kekasih Allah). Depok: Pustaka IIMaN, 2008. hal. 31
[6]Emilia Renita Az. 40 Masalah Syiah. Bandung: IJABI. Cet ke 2. 2009. hal. 123
[7]Ibid .hal. 125

Iklan

Membongar Kerapuhan Pondasi Agama Syiah

Syiah, sebagai sempalan dalam Islam yang kini terus melahirkan masalah yang tidak berkesudahan. Karena itu, para ulama, intelektual, hingga cedekiawan Islam, khususnya Ahlussunnah terus-menerus melakukan berbagai macam upaya dalam menangkal penyesatan yang dilakukan penganut Syiah secara terorganisir, simultan, dan sporadis.

Berbeda dengan sempalan lainnya dalam Islam. Syiah adalah satu-satunya aliran sesat yang kesesatannya dapat eksis, awet, bahkan tumbuh dan terus berkembang. Aliran Mu’tazilah misalnya, hanya bertahan beberapa abad saja, dan setelah itu terkubur dalam kubang sejarah. Sedang Ahmadiyah, secara resmi di beberapa negara, seperti Pakistan telah menjadi agama mandiri dengan “Tazkirah” sebagai kitab sucinya, dan “Mirza Ghulan Ahamd” sebagai nabinya.

Ada pun kasus Syiah, mereka sungguh rumit. Namun secara umum, dapat dipetakan masalah utamanya, kenapa mereka bisa eksis dari masa ke masa.

Pertama. Syiah memiliki sejarah panjang, dengan pengalamannya menguasai suatu negara, atau daulah selama berabad-abad, termasuk saat ini, Iran sebagai pos kekuatan dan kekuasaan mereka.

Kedua. Kedudukan Iran sebagai negara yang memegang peranan penting di dunia Islam khususnya Timur Tengah, bermula pasca lahirnya revolusi Iran di akhir tahun 1979 yang berhasil melahirkan tokoh utama bernama Ayatollah Khomeini. Sejak saat itu, Khomeini terus menerus melakukan ekspansi pada negara-negara Ahlussunnah, memperkenalkan Syiah dengan berbagai tipu daya dan kebohongan. Banyak yang terkecoh, termasuk pemerintah dan masyarakat Indonesia yang terus menerus melakukan kerjasama dengan cara mengirim para pelajar ke Iran, dan pada saat yang sama, Ayatollah bertebaran di Indonesia melakukan penyesatan.

Lanjutkan membaca Membongar Kerapuhan Pondasi Agama Syiah

Khomeini Tuduh Nabi Muhammad Seorang Penakut

Khomeini

Dalam kitab yang dikarang oleh Khomeini, disebutkan bahwa ia membuat pernyataan bahwa Nabi Muhammad seorang penakut. Berikut pernyataannya:

يقول الخميني : إن النبي أحجم عن التطرق إلى الإمامة في القرآن لخشية أن يصاب القرآن من بعده بالتحريف

 

Al-Khumainiy (Khomeini) berkata, “Sesungguhnya Nabi menahan diri dari membicarakan permasalahan Imamah di dalam al-Qur’an, dikarenakan takut akan pencideraan al-Qur’an sepeninggalnya dengan adanya tahrif (perubahan al-Qur’an). [Kasyful Asrar 14, al-Khumainiy (Khomeini) Pendeta Syiah Rafidhah] [Al-Intishar 4/169, al-‘Amiliy Pendeta Syiah Rafidhah].

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/4186_الانتصار-العاملي-ج-٤/الصفحة_162] (tanyasyiah.com/syiahindonesia.com)

Taqiyyah Dan Dusta Adalah Pokok Ajaran Syiah

Awas tipu daya Syi’ah

Syiah berkata: wajib bertaqiyah, yaitu menampakan suatu sikap yang berbeda dengna hakikat yang disembunyikan. Adapula yang mendefinisikan taqiyyah dengan anda berkata atau berbuat yang tidak anda yakini demi menghindari bahaya yang mengancam jiwa dan menjaga kehormatan diri.
Lihat: kitab asy-Syiah fi al-Mizan, oleh Muhammad Jawwad Mughniyah  (hal. 48).

Syiah berkata: sembilan persepuluhnya (90%) agama adalah taqiyyah, dan tidak beragama orang yang bertaqiyyah.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (2/217).

Syiah berkata: sesungguhnya kalian berada dalam agama, siapa yang menyembunyikannya akan dimuliakan oleh Allah dan siapa yang menampakannya akan dihinakan oleh Allah.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (2/222).

Syiah berkata: sesungguhnya al-Husain menyusu pada ibu jari Nabi saw yang cukup membuatnya kenyang selama dua atau tiga hari.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (1/465).

(Nisyi/Syiahindonesia.com)

Jokowi, Ahok dan Syiah, Emilia Bilang: “Tuhan lagi unjuk gigi..!”

Ahok beserta pemimpin syi’ah Indonesia

Entah kenapa, rasanya semua kelompok kesesatan di Indonesia dan juga DKI Jakarta mendapat angin segar setelah naiknya Jokowi menjadi R1 dan Ahok disahkan menjadi Koboy Baru Jakarta.

Dalam salah satu komentarnya di dunia maya, Emilia dari OASE (Organization of Ahlulbait For Social support and Education) mengungkapkan kegembiraan atas terpilihnya Jokowi dan Ahok pada pimpinan tertinggi Indonesia dan Jakarta.

“Tahun ini lagi khusus semua tim OASE niiih… supaya ghirahnya (semangatnya) sama dan bisa nyetel gas yang sama pula. Kami punya misi yang harus tuntas 5 thn ini mumpung Tuhan lagi unjuk gigi… sambil kesana juga kerja koq..”

Merasa bingung dengan istilah “Tuhan unjuk gigi,” seorang penganut Syiah dengan akun facebook Edie Ismail Aizavie bertanya, “Tuhan unjuk gigi itu maksudnya apa Bun? Apapun moga sukseslah…”

Yang lain tidak mempertanyakan. Mereka hanya mendukung dan ikut bergembira atas angin segar itu. Seraya berdoa.

Lanjutkan membaca Jokowi, Ahok dan Syiah, Emilia Bilang: “Tuhan lagi unjuk gigi..!”