Arsip Kategori: Syubhat dan Bantahan

Imam Ali pun mengusir Abdullah bin Saba’ ( pendiri Syiah )

APA yang Anda ketahui tentang pendiri Syiah: Abdullah bin Saba? Seorang Yahudi dari Yaman, Arabia, abad ketujuh, yang menetap di Madinah dan memeluk Islam—yang pada beberapa bagian sejarah, keislamannya sangat dipertanyakan.

Setelah mengkritik buruknya administrasi Kalifah Ustman, ia dibuang dari ibukota. Kemudian ia pergi ke Mesir, di mana ia mendirikan sebuah sekte anti-Usman, untuk mempromosikan kepentingan Ali. Mengetahui ia memperoleh pengaruh yang besar di situ, mengingat Ali adalah keponakan Rasulullah. Padahal, bahkan Ali sendiri pun mengusirnya ke Madain.

Lanjutkan membaca Imam Ali pun mengusir Abdullah bin Saba’ ( pendiri Syiah )

Jika Ahmadiyah Memiliki 1 Nabi Palsu, Maka Syiah Punya 12 Nabi

Buya Risman Muchtar, Ketua Harian PW Muhammadiyah DKI Jakarta

Pada acara seminar Koepas “Syiah, Antara Gerakan Politik dan Agama” selain Ustadz Abu Qotadah , hadir pula Buya Risman Muchtar, Ketua Harian PW Muhammadiyah DKI Jakarta. Buya Risman yang bertindak sebagai narasumber menyatakan bahwa Syiah muncul pertama kali dalam bentuk gerakan politik (dendam politik), yang kemudian akidah dan doktrinnya disesuaikan dengan tujuan politik Syiah. Beliau mengatakan: “Akidah Syiah disesuaikan dengan kepentingan politik, seperti mengkafirkan para sahabat dan istri-istri Nabi. Ini adalah dendam politik yang kemudian menjadi akidah dan doktrin pokok Syiah.”

Menurut Buya Risman, Syiah telah menyimpang dan menistakan agama Islam dan sepanjang sejarah, Syiah selalu memusuhi Ahlus Sunnah. “Saya tidak setuju polarisasi Syiah-Sunni, karena Syiah bukan bagian dari Islam dan selalu memusuhi Ahlus Sunnah, mereka selalu menistakan dan berusaha merusak tatanan ajaran Islam,” ujarnya.

Lanjutkan membaca Jika Ahmadiyah Memiliki 1 Nabi Palsu, Maka Syiah Punya 12 Nabi

Syaikh Utsman Al-Khumais Membantah Kebodohan Ulama’ Syiah Dalam Masalah Wudhu

Berikut ini adalah terjemahan dari ceramah Syaikh Utsman Al-Khumais dalam masalah “mencuci kaki atau membasuh kaki dalam wudhu” sebagai bantahan atas perkataan Ulama’ Syiah yang bernama Yasir Al-Habib. Vidio ini sendiri kami dapatkan dari Youtube dengan judul bahasa arab yang artinya “Asy-Syaikh Utsman Al-Khumais mengisi kuliah gratis dalam rangka membantah kebodohan Yaser Al-Khobits (keji)” dan sebenarnya merupakan acara yang disiarkan oleh TV Al-Manhaj, berikut terjemahan lengkapnya:

“Kita akan membahas masalah membasuh kedua kaki dalam wudhu yang dilakukan oleh Syiah, dan sebenarnya perbuatan tersebut tidaklah benar, dikarenakan :

Lanjutkan membaca Syaikh Utsman Al-Khumais Membantah Kebodohan Ulama’ Syiah Dalam Masalah Wudhu

Cara Pandang NU Terhadap Syi’ah

9da11-490x354xhasyim-asyari-pagespeed-ic-rqwiv2vbfj-webp
Kyai Hasyim Asy’ari

Kader NU dan Wakil Sekretaris MIUMI Jatim

Sejak didirikan pertama kali pada 31 Januari 1926, NU melalui pendirinya Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari mengeluarkan rambu-rambu peringatan terhadap paham Syi’ah ini. Peringatan tersebut dikeluarkan agar warga NU ke depan hati-hati menyikapi fenomena perpecahan akidah.

Meski pada masa itu aliran Syi’ah belum sepopuler sekarang, akan tetapi Hasyim Asya’ari memberi peringatan kesesatan Syi’ah melalui berbagai karyanya. Antara lain; “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, “Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah,al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”.

Hasyim Asy’ari, dalam kitabnya “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’” memberi peringatan kepada warga nahdliyyin agar tidak mengikuti paham Syi’ah.

Menurutnya, madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

Beliau mengatakan: “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).

Lanjutkan membaca Cara Pandang NU Terhadap Syi’ah

Sejarah Munculnya Syi’ah

Bahaya Aliran Syi’ah

Secara fisik, sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Akan tetapi jika diteliti lebih dalam terutama dari sisi akidah, perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga tidak mungkin disatukan.

Syiah menurut etimologi bahasa arab bermakna pembela dan pengikut seseorang, selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul diatas suatu perkara.(Tahdzibul Lughah, 3/61 karya Azhari dan Taajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi)

Adapun menurut terminologi syariat, syiah bermakna mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak untuk menjadi khalifah kaum muslimin, begitu pula sepeninggal beliau (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal karya Ibnu Hazm)

Syiah mulai muncul setelah pembunuhan khalifah Utsman bin ‘Affan. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, masa-masa awal kekhalifahan Utsman yaitu pada masa tahun-tahun awal jabatannya, Umat islam bersatu, tidak ada perselisihan. Kemudian pada akhir kekhalifahan Utsman terjadilah berbagai peristiwa yang mengakibatkan timbulnya perpecahan, muncullah kelompok pembuat fitnah dan kezhaliman, mereka membunuh Utsman, sehingga setelah itu umat islam pun berpecah-belah.

Pada masa kekhalifahan Ali juga muncul golongan syiah akan tetapi mereka menyembunyikan pemahaman mereka, mereka tidak menampakkannya kepada Ali dan para pengikutnya. Lanjutkan membaca Sejarah Munculnya Syi’ah