Arsip Kategori: Tak Berkategori

Ulama Syiah: “Wanita yang tidak mau di mut’ah oleh Sayyid, maka wajib baginya Neraka”

Muhsin Alu ‘Ashfur

Ulama Syi’ah kembali menteror kaum wanitanya untuk dijadikan budak nafsu mereka. Mereka mengancam dengan neraka bagi siapa pun dari para wanita Syi’ah yang menolak tatkala diajak beribadah mut’ah/kawin kontrak (baca: zina) oleh sayyid dari kalangan mereka.

Adalah Muhsin Alu ‘Ashfur, salah satu dedengkot Syi’ah yang di dalam twitternya menteror para wanita Syi’ah seperti di atas. Saksikanlah, si busuk ini berkata:

قال السيد فاضل المدرسي نقلاً عن الإمام الصدوق (ع) : كل إمرأة طلبها سيد في متعة ورفضت فقد أوجبت على نفسها النار وحرمت عن نفسها الجنة والأجر

“Telah berkata As-Sayyid Fadhil Al-Madrisiy menukil dari Al-Imam Ash-Shaduq: “Setiap wanita yang dimintai oleh sayyid untuk ber-mut’ah lalu dia (si wanita) menolak, maka sungguh neraka wajib atas dirinya dan diharamkan dari dirinya akan Surga juga pahala.” [Twitter Muhsin Alu ‘Ashfur: https://twitter.com/ShMohsnAlAsfor/status/349582741517508608]

(Jaser Leonheart/syiahindonesia.com)

Berikut Screenshotnya:

Muhsin Alu ‘Ashfur
Iklan

Dosen dan Mahasiswa Balikpapan Tolak Keberadaan Imigran Syiah

Sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) Islam di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISHID) sangat berkepentingan ikut merespon fenomena yang belakangan ini menjadi isu nasional. Segenap sivitas akademikanya mengambil sikap tegas, menentang keberadaanimigran Syiah di Balikpapan.

“Kami para dosen dan mahasiswa akan terus berupaya turut mengawal kasus imigran Syiah dari Afganistan yang berada di Kota Beriman ini,” tegas Ketua STISHID Balikpapan Ustadz Abdul Ghofar Hadi dalam rilis resminya kepada hidayatullah.com, Selasa (09/12/2014).
Lanjutkan membaca Dosen dan Mahasiswa Balikpapan Tolak Keberadaan Imigran Syiah

Puncak Bogor Menjadi Tempat Penampungan Imigran Syi’ah

Selain sebagai tempat pariwisata, Kawasan Puncak Bogor ternyata kini juga berfungsi sebagai tempat penampungan para imigran yang akan hijrah ke Australia. Berdasarkan data Direktorat Jendera Imigrasi, penyumbang terbesar para imigran di wilayah Puncak adalah warga negara Afghanistan. Beberapa di antaranya adalah warga syiah yang tak bisa tinggal di negaranya sendiri. Mereka menetap di Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang pada gilirannya hijrah ke Australia.

“Di sana (Afghanistan) ada yang syiah dan suni, terus juga ada Al Qaeda. Kami dilarang tinggal di sana, katanya tidak boleh ada syiah dan suni. Saya syiah dan di sana syiah banyak tapi lebih banyak suni,” kata salah satu imigran syiah asal Afghanistan, Neyymatullah, yang tinggal di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, tulis Metropolitanonline (17/4/2014).
Lanjutkan membaca Puncak Bogor Menjadi Tempat Penampungan Imigran Syi’ah

Taqiyyah Dan Dusta Adalah Pokok Ajaran Syiah

Awas tipu daya Syi’ah

Syiah berkata: wajib bertaqiyah, yaitu menampakan suatu sikap yang berbeda dengna hakikat yang disembunyikan. Adapula yang mendefinisikan taqiyyah dengan anda berkata atau berbuat yang tidak anda yakini demi menghindari bahaya yang mengancam jiwa dan menjaga kehormatan diri.
Lihat: kitab asy-Syiah fi al-Mizan, oleh Muhammad Jawwad Mughniyah  (hal. 48).

Syiah berkata: sembilan persepuluhnya (90%) agama adalah taqiyyah, dan tidak beragama orang yang bertaqiyyah.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (2/217).

Syiah berkata: sesungguhnya kalian berada dalam agama, siapa yang menyembunyikannya akan dimuliakan oleh Allah dan siapa yang menampakannya akan dihinakan oleh Allah.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (2/222).

Syiah berkata: sesungguhnya al-Husain menyusu pada ibu jari Nabi saw yang cukup membuatnya kenyang selama dua atau tiga hari.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (1/465).

(Nisyi/Syiahindonesia.com)

Berbahaya, Iran Tawarkan Kerjasama Pembangunan Masjid yang Bisa Digunakan oleh AhluSunnah & Syiah

Pemandangan shalat-nya orang-orang Syi’ah

Dalam rangka dakwah taqorub (dakwah pendekatan), Syiah akan terus dan tanpa henti mengajak Ahlus Sunnah untuk bekerja sama dan bersosial. Namun sayang, sejarah membuktikan bahwa dakwah yang mereka usung selalu bersifat nepotisme dan memihak kepentingan pribadi, hingga akhirnya sejarah mencatat banyaknya penghianatan Syiah terhadap Ahlus Sunnah.

Kini, melalui Perwakilan Dewan Masjid Iran, Syiah berupaya menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu 3 Desember 2014. Selain meminta JK berkunjung ke negara Iran, mereka juga menawarkan sebuah gagasan dan kerjasama, sebagaimana dilansir viva NEWS, (3/12/2014).

Lanjutkan membaca Berbahaya, Iran Tawarkan Kerjasama Pembangunan Masjid yang Bisa Digunakan oleh AhluSunnah & Syiah

Kang Jalal, Emilia dan IJABI Melaknat Abu Bakar dan Umar

Sepasang misionaris Syiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sebagai sepasang misionaris Syiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jalaluddin Rakhmat dan Emilia Renita Az, tidak lelah menjalankan ‘misi suci’ mereka dari Iran. Dakwah mereka sangat intens untuk mengenalkan Ahlul Bait kepada Masyarakat Muslim.

Di belakang kita tahu, Cinta Ahlul Bait hanyalah alasan rapuh untuk menyebarkan praktek nikah mut’ah kepada generasi muda Indonesia.

Juga cinta Ahlul Bait hanyalah kedok untuk dapat mencaci istri, mertua dan murid-murid kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lanjutkan membaca Kang Jalal, Emilia dan IJABI Melaknat Abu Bakar dan Umar

Mengenal Syiah Rafidhah dan Pencetusnya

Apa itu Syi’ah Rafidhah
Orang yang pertama kali mencetuskan agama Rafidhah adalah Abdullah bin Saba, salah seorang Yahudi dari Yaman. Dia pura-pura masuk Islam, kemudian dia mendatangi Madinah Nabawiah pada zaman khalifah ar-rasyid Utsman bin Affan radhiallahu anhu.
 
Mereka dinamakan Rafidhah dikarenakan mereka رَفَضُوْا  (menjauhi/menolak) Zaid bin Ali ketika mereka meminta Zaid untuk berlepas diri dari Abu Bakr dan Umar, akan tetapi beliau justru mendoakan rahmat untuk mereka berdua. Maka mereka berkata, “Kalau begitu kami akan menjauhi kamu.” Maka Zaid berkata, “Pergilah, karena kalian adalah orang-orang yang dijauhkan.” Dan ada yang berpendapat bahwa mereka dikatakan Rafidhah karena mereka menolak Abu Bakr dan Umar. (Lihat Siyar A’lam An-Nubala: 5/390 dan Majmu’ Al-Fatawa Ibnu Taimiah: 4/435).
 
Syaikh Al-Islam juga berkata masih pada tempat yang sama, “Asal mazhab Rafidhah adalah dari kaum munafiq dan zindiq, karena mazhab ini dimunculkan oleh Abdullah bin Saba` sang zindiq. Dia menampakkan pengkultusan yang berlebihan terhadap Ali dengan klaim bahwa Ali adalah imam dan menyatakan ada nash dari Nabi akan hal itu.”
 
Ibnu Abi Al-Izz rahimahullah berkata dalam Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiah hal. 490, “Asal mazhab Rafidhah tidaklah dimunculkan kecuali oleh seorang munafiq lagi zindiq yang bertujuan untuk menghapuskan agama Islam dan mencela Ar-Rasul shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana yang para ulama sebutkan. Hal itu karena tatkala Abdullah bin Saba` sang Yahudi pura-pura masuk Islam, dia berniat dengannya untuk merusak agama Islam dengan makar dan kebusukannya, sebagaimana yang dilakukan oleh Bulis terhadap agama Nashrani. Maka Abdullah bin Saba` pura-pura rajin beribadah, kemudian dia mengobarkan secara berlebihan semangat amar ma’ruf dan nahi mungkar, sampai akhirnya dia berusaha untuk memfitnah dan membunuh Utsman. Kemudian, tatkala dia mendatangi Kufah, dia menampakkan pengkultusan dan pembelaan yang berlebihan terhadap Ali, agar dia bisa berhasil meraih tujuannya. Hal itu kemudian sampai ke telinga Ali, maka beliau mencarinya untuk membunuhnya, akan tetapi dia melarikan diri ke daerah Qirqis. Dan kisah Abdullah bin Saba` ini masyhur dalam buku-buku sejarah.”
 
Imam Ath-Thabari dalam Tarikhnya (4/340) dan Ibnu Al-Atsir dalam Al-Kamil (3/77) menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba` adalah seorang Yahudi dari negeri Shan’a, Yaman. Bahkan Ath-Thabari menyebutkan kalau sahabat Abu Ad-Darda` juga menyatakan kalau dia adalah seorang Yahudi. Asy-Syahrastani berkata dalam Al-Milal wa An-Nihal (1/204), “As-Saba`iah adalah para pengikut Abdullah bin Saba`, orang yang berkata kepada Ali, “Anda, anda,” maksudnya: Anda adalah sembahan, maka Ali mengusir dan mengasingkannya. Para ulama menyatakan kalau dia dulunya adalah seorang Yahudi lalu dia masuk Islam. Dan dalam agama orang-orang Yahudi, ada orang-orang yang mengkultuskan Yusya’ bin Nun penerus wasiat Musa alaihimas salam, seperti pengkultusan terhadap Ali radhiallahu anhu. Abdullah bin Saba` inilah orang yang pertama kali memunculkan kabar adanya nash kekhalifahan untuk Ali radhiallahu anhu, dan darinyalah berasal kelompok-kelompok yang ekstrim dalam masalah ini. Abdullah bin Saba` menyatakan kalau Ali itu hidup dan tidak mati…,” dan seterusnya dari keyakinannya terhadap Ali.
 

Lanjutkan membaca Mengenal Syiah Rafidhah dan Pencetusnya